Bombardir Habis Gaza, Israel Bunuh Warganya Sendiri

Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, saat konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 26 Oktober 2023. (REUTERS/Mohammed Salem) 

Foto: Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, saat konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 26 Oktober 2023. (REUTERS/MOHAMMED SALEM)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok Hamas mengatakan bahwa hampir 50 sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan 7 Oktober telah tewas dalam serangan bom Israel di wilayah itu. Hal ini disampaikan saat Tel Aviv terus membombardir wilayah itu dalam memerangi Hamas.

“Brigade (Ezzedine) Al-Qassam memperkirakan jumlah tahanan Zionis yang terbunuh di Jalur Gaza akibat serangan dan pembantaian Zionis telah mencapai hampir 50 orang,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di saluran Telegramnya, Kamis (26/10/2023).

Klaim ini sendiri belum dapat terverifikasi. Tercatat, Hamas menculik lebih dari 200 warga Israel dari Negeri Yahudi itu dalam serangannya pada 7 Oktober lalu.

Baca:Kondisi Markas PBB RI di Lebanon yang ‘Dicolek’ Mortir Israel

Selain menyandera ratusan warga, serangan itu juga menewaskan 1.400 warga Israel. Mayoritas warga yang tewas merupakan warga yang tinggal di wilayah yang dekat dengan Gaza dan pengunjung sebuah festival musik.

Dalam situasi ini, Militer Israel mengatakan bahwa dinamika akan terus berubah, namun upaya memulangkan para sandera adalah prioritas utama. Sampai saat ini, baru empat orang perempuan telah dibebaskan oleh Hamas setelah melalui mediasi oleh Mesir dan Qatar.

Militer juga menyebut setidaknya setengah dari sandera memiliki paspor asing.

“Kami telah memberi tahu keluarga 224 sandera. Jumlah ini berubah berdasarkan informasi intelijen yang kami peroleh,” kata juru bicara militer Daniel Hagari kepada wartawan.

Pada Kamis di Tel Aviv, sebuah organisasi yang mewakili keluarga para sandera memperingatkan bahwa mereka telah mencapai “akhir kesabaran mereka” dan menuntut pertemuan dengan pejabat tinggi pemerintah segera.

Baca:2 Negara Sumbang Senjata ke Hamas Lawan Israel, Ada dari Asia

“Tak sabar lagi, mulai sekarang kita akan berjuang,” kata kelompok itu.

https://penganjallapar.com “Kami menuntut kabinet berbicara kepada kami malam ini dan memberitahu kami bagaimana mereka bermaksud untuk membawa mereka kembali hari ini. Kami mengintensifkan perjuangan, kami tidak lagi menunggu untuk dipimpin, kami memimpin perjuangan,” kata Meirav Leshem Gonen, ibu dari Romi Gonen yang termasuk di antara para sandera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*